web stats
Home » Internalisasi Nilai dalam Gaya Hidup Generasi Muda

Internalisasi Nilai dalam Gaya Hidup Generasi Muda

by Redaksi
0 comment
KH. Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I.

TABLIGH.ID – Saya termasuk orang yang selalu mengedepankan positive thinking bahkan lebih dari itu positive feeling. Masing-masing generasi secara kodrati dihadirkan oleh Allah untuk hidup pada dinamika zamannya. Tak perlu memandang sebelah mata, atau merasakan dengan separuh rasa antar generasi tersebut.

Sebagai bagian dari generasi senior yang bertanggung jawab atas nilai-nilai dasar kehidupan Islami yang berkemajuan dan penjaga gawang ideologi perjuangan kita perlu bermuhasabah.

Tak perlu meratapi dinamika zaman. Saya lebih cenderung memandangnya dari nalar konstruktif dan kontributif, bukan berkeluh kesah yang justru mematikan potensi-potensi baik kita yang dianugerahkan oleh Allah untuk generasi muda.

Bila ada yang tidak memuaskan bagi kaum senior, barangkali kita belum membersamai anak-anak muda dengan “rahmah dan mahabbah” agar mereka mencapai itqan dan ihsan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Itqan itu capaian terbaik dan professional dalam bidang yang mereka tekuni dalam aspek keduniaan, sementara ihsan itu mendayagunakan capaian keduniaan mereka untuk berkhidmah kepada dunia dan kemanusiaan guna meraih ridha Allah.

Bilamana tugas dan mandat ditunaikan dengan baik oleh generasi senior, saya percaya tren zaman now semacam Fear of Missing Out (FOMO), narsis, kehampaan diri dan seterusnya, dapat dihadapi dengan baik dan proporsional.

Saya yakin, dakwah kita dan nilai-nilai Islami dapat menjadi solusi dalam menghadapi berbagai dinamika zaman. Syaratnya dalam menghadapi hal ini sederhana saja, efektif. Untuk apa terlalu banyak narasi dan jargon yang mengawang tapi hampa di ruang nyata kepribadian anak-anak muda kita.

Jadi, agar nilai-nilai islami dan ideologi perjuangan itu efektif ditumbuhkembangkan dalam jiwa anak-anak muda kita, harus terpenuhi dua hal pokok: metode dan ruh (spirit) terutama yang visual dalam keteladanan hidup sehari-hari.

Beberapa strategi yang dapat dilakukan. Pertama, dakwah digital kreatif (mengembangkan storytelling islami yang menyentuh hati dan pikiran; Membuat konten singkat di berbagai platform (short video, reels, TikTok) dengan pesan keislaman berkemajuan.

Kedua, program pemberdayaan anak muda. Seperti literasi digital, mengajarkan cara bermedia sosial yang sehat dan produktif. Kemudian kewirausahaan, mendorong bisnis kreatif anak muda berbasis etika Islam. Bisa juga kepemimpinan sosial, melahirkan generasi muda yang siap menjadi agen perubahan.

Ketiga, gerakan advokasi isu zaman now seperti isu lingkungan hidup, kesehatan mental, etika dalam berteknologi AI, metaverse, dan big data, meningkatkan kepedulian dan keberpihakan pada kelompok marginal.

Keempat, membangun narasi Islam berkemajuan. Menawarkan Islam Berkemajuan kepada anak muda sebagai alternatif peradaban modern yang relevan, inklusif, solutif, dan membebaskan. Membentuk komunitas dakwah kreatif di kampus, sekolah, hingga dunia maya.

Nah, strategi di atas hanya dapat dilakukan bilamana relasi antara generasi senior (sebagai teladan dan mentor) dan generasi muda dibangun di atas prinsip: “tabādu-l- himāyah” (mutual protection) dan “tabādu-l-ihtirām” (mutual respect). Dan inilah potret nyata dari warga Islam berkemajuan zaman now. 

Sudah dirilis di Majalah Suara Muhammadiyah Edisi 20, 16-31 Oktober 2025

You may also like

Leave a Comment

MAJELIS TABLIGH

PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH

MAJELIS TABLIGH OFFICIALS

Newsletter

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

@2024 – Designed and Developed by Asykuri ibn Chamim

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00