web stats
Home » KH. Fathurrahman Kamal Isi Kajian Subuh di Masjid Al Jihad Banjarmasin: Muhammadiyah Adalah Anugerah

KH. Fathurrahman Kamal Isi Kajian Subuh di Masjid Al Jihad Banjarmasin: Muhammadiyah Adalah Anugerah

by Redaksi
0 comment


TABLIGH.ID, Banjarmasin, 14 November 2025 — Masjid Al Jihad Banjarmasin kembali menggelar Kajian Subuh, dalam rangka Rakernas LPCRPM dan Milad Muhammadiyah ke 113. Kajian khusus kali ini diisi oleh Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, KH. Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya menjadikan seluruh dimensi kehidupan sebagai cerminan iman dan keyakinan kepada Allah.
Menurut KH. Fathurrahman, setiap tarikan napas manusia merupakan wujud langsung dari akidah dan syahadat yang tertanam dalam hati. “Hidup bukan sekadar persoalan etika dan moral, tetapi manifestasi dari keyakinan kita kepada Allah Yang Maha Tak Terbatas,” tegasnya.

Dalam ceramahnya, KH. Fathurrahman mengajak jamaah untuk bersyukur atas hidayah berada dalam gerakan Muhammadiyah. Ia mengutip firman Allah dalam QS. Al-A‘raf ayat 43 sebagai dasar bahwa petunjuk iman merupakan nikmat agung.
Beliau menjelaskan bahwa kata “Muhammadiyah” dengan akhiran ta marbuthah tidak sekadar menunjukkan pengikut Nabi, tetapi mengandung makna mendalam: menjadi pribadi yang berkarakter, berkomitmen, dan bernafaskan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam seluruh aspek kehidupan.

KH. Fathurrahman juga mengangkat hadis-hadis terkait pentingnya berjamaah dan komitmen kolektif dalam kebenaran. Ia menegaskan bahwa umat yang bersatu dalam kebaikan mendapat penjagaan Allah.
“Muhammadiyah bukan sekadar organisasi, melainkan perjuangan di hadapan Allah untuk meraih kemuliaan berjamaah,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa selama dakwah dan amar makruf nahi mungkar terus ditegakkan, maka kebenaran akan selalu tegak, sebagaimana pesan para ulama klasik seperti Imam Ibnu Rajab Al-Hambali.

Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan peran strategis masjid sebagai pusat kehidupan sosial dan intelektual umat.
“Masjid bukan hanya tempat ritual. Ia harus hidup—al-masjid hayyun—menjadi pusat solusi persoalan umat,” jelasnya.
KH. Fathurrahman menambahkan bahwa tradisi keulamaan di Muhammadiyah adalah keniscayaan. Dalam dinamika bangsa, masyarakat selalu kembali mencari pandangan ulama untuk menyelesaikan kegelisahan sosial.

Beliau turut menyinggung konsep karomah sejati seorang mukmin, yaitu ketakwaan dan ketenangan hati. Muhammadiyah, baginya, memiliki karomah kolektif yang harus dijaga.
“Siapa yang merendahkan Muhammadiyah tidak akan menemukan kebahagiaan hidup. Mari jaga keikhlasan dan kesucian perjuangan ini,” tegasnya.
KH. Fathurrahman juga menyampaikan bahwa dalam perjalanan dakwah, pertolongan Allah sering hadir dalam bentuk-bentuk tak terduga, termasuk kemudahan ekonomi, kekuatan jamaah, dan hadirnya para dermawan.

You may also like

Leave a Comment

MAJELIS TABLIGH

PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH

MAJELIS TABLIGH OFFICIALS

Newsletter

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

@2024 – Designed and Developed by Asykuri ibn Chamim

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00