web stats
Home » Mukmin Sejati adalah Mereka yang Menghidupkan Dakwah dan Lingkungan Kebaikan

Mukmin Sejati adalah Mereka yang Menghidupkan Dakwah dan Lingkungan Kebaikan

by Redaksi
0 comment

TABLIGH.ID, YOGYAKARTA – Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Syakir Jamaluddin, M.A., menyampaikan khutbah Jumat yang penuh pesan keteladanan dan penguatan ruh dakwah di Masjid Al Musannif Tabligh Institute Muhammadiyah pada 21 November 2025. Dalam khutbahnya, ia menegaskan kembali peran penting setiap mukmin dalam menjaga konsistensi ibadah sekaligus mengemban misi amar ma’ruf nahi munkar sebagai bagian dari identitas keimanan.

Dr. Syakir membuka khutbah dengan mengutip firman Allah dalam Surah At-Taubah ayat 71, yang menggambarkan ciri utama kaum mukmin: saling menguatkan untuk menjalankan dakwah, menegakkan salat, menunaikan zakat, dan menaati Allah serta Rasul-Nya. “Mereka inilah yang kelak mendapatkan kasih sayang Allah,” ujarnya. Ayat ini, lanjutnya, menjadi landasan bahwa iman yang diikrarkan melalui syahadat harus ditindaklanjuti dengan ibadah ritual sekaligus komitmen dakwah sosial.

Ia menjelaskan bahwa seorang mukmin ideal adalah sosok yang bukan hanya melaksanakan salat lima waktu, zakat, dan puasa Ramadhan, tetapi juga berperan aktif dalam mengajak orang lain kepada kebaikan. Dakwah, menurutnya, bukan hanya domain mubaligh atau organisasi, tetapi kewajiban setiap individu beriman. “Kalau kita yakini ini benar, ajak orang lain supaya sama-sama masuk ke surga-Nya Allah,” tegasnya.

Dalam khutbah itu, ia menyinggung pula pentingnya membangun kedekatan dakwah di lingkungan terdekat: orang tua mengajak anak, suami mengajak istri, saudara mengajak saudara, bahkan anak dapat mengingatkan orang tua apabila masih lalai dalam ibadah. Menurutnya, keselamatan dunia dan akhirat hanya dapat dicapai melalui kebiasaan saling mengingatkan dan saling menuntun menuju ketaatan.

Melanjutkan pesan tersebut, Dr. Syakir menekankan konsep al-haya’ (rasa malu) sebagai bagian dari iman. Rasa malu yang dijaga akan menjadi benteng moral, sementara lingkungan yang buruk dapat mengikisnya sedikit demi sedikit. Ia memberi contoh bagaimana seseorang bisa berubah karena pergaulan: dari yang awalnya menjaga diri, lalu terpengaruh oleh lingkaran yang biasa membicarakan korupsi atau hidup dalam maksiat. Karena itu, ia menegaskan pentingnya memilih lingkungan baik sebagai bagian dari proses hijrah dan perbaikan diri. “Kalau mau bertobat, carilah lingkungan yang baik. Gajinya sedikit tak apa. Yang penting rahmat dan ridha Allah,” pesannya.

Dalam konteks organisasi, Dr. Syakir menegaskan bahwa bergabung dengan gerakan dakwah seperti Muhammadiyah adalah wujud nyata dari pelaksanaan ajaran amar ma’ruf nahi munkar. Ia mengapresiasi konsistensi Muhammadiyah yang telah berdiri selama 113 tahun dan tetap bertahan karena memegang ajaran Islam yang selaras dengan fitrah manusia serta menjauhi pertengkaran yang dapat merusak gerakan. Ia menyinggung sikap Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, yang mencontohkan kelapangan hati dan kebijaksanaan dengan menyerahkan Masjid Al-Jabbar sebagai masjid umat, bukan milik golongan tertentu. “Itu dakwah. Mengajak dengan bijak. Dan ini cara kita bertakwa kepada Allah,” ujarnya.

Dr. Syakir kembali menguatkan pesan agar umat senantiasa menjaga takwa hingga akhir hayat. Ia mengutip Surah Ali Imran ayat 102 untuk mengingatkan agar seorang mukmin tidak mati kecuali dalam keadaan berserah diri sepenuhnya kepada Allah.

Menutup khutbah, ia mengutip Surah Ali Imran ayat 110, bahwa umat terbaik adalah mereka yang mengajak kepada kebaikan, mencegah dari kemungkaran, dan beriman kepada Allah. “Dasarnya kita berdakwah adalah karena iman kita benar, dan iman itu tetap terjaga sampai Allah memanggil kita,” pungkasnya.

Khutbah Dr. Syakir memberikan pesan mendalam bahwa menjadi mukmin bukan sekadar menjalankan ritual, tetapi meneguhkan fungsi peradaban: menciptakan lingkungan yang baik, saling menguatkan, dan membawa cahaya Islam dalam kehidupan sosial. Pesan yang selaras dengan ruh gerakan Muhammadiyah—bahwa dakwah adalah jalan panjang menuju kasih sayang dan ridha Allah. (Roni/Indra)

You may also like

Leave a Comment

MAJELIS TABLIGH

PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH

MAJELIS TABLIGH OFFICIALS

Newsletter

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

@2024 – Designed and Developed by Asykuri ibn Chamim

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00