Home / BERITA  / Haedar Nashir Melepas Jenazah Almarhumah Nahar Miladi

Haedar Nashir Melepas Jenazah Almarhumah Nahar Miladi

TABLIGH.ID, BANTUL — Ketua Umum Pimpinan Pusat PP Muhammadiyah Haedar Nashir melepas jenazah Nahar Miladi menuju pusara terakhir ke Makam Husnul Khotimah di Kulonprogo pada Senin (8/7). Almarhumah Nahar Miladi merupakan Anggota Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan

TABLIGH.ID, BANTUL — Ketua Umum Pimpinan Pusat PP Muhammadiyah Haedar Nashir melepas jenazah Nahar Miladi menuju pusara terakhir ke Makam Husnul Khotimah di Kulonprogo pada Senin (8/7).

Almarhumah Nahar Miladi merupakan Anggota Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR) PP Muhammadiyah, serta Bendahara Majelis Tabligh dan Ketarjihan PP ‘Aisyiyah yang wafat pada Ahad (7/7) di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman.

Haedar menyaksikan selama menjadi aktivis di Persyarikatan, Nahar Miladi merupakan sosok yang baik dan komitmen terhadap dakwah. Selain itu juga sebagai ibu dari Tsabita Ikrima Al Arifi dan istri yang baik bagi Arif Jamali Muis.

Sebagaimana diketahui, Tsabita Ikrima merupakan aktivis Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, dan Arif Jamali Muis juga sebagai Sekretaris PWM DIY.

Haedar menyampaikan duka mendalam atas kepergian perempuan yang akrab disapa Bu Ahang ini, serta kepada keluarga yang ditinggalkan diminta untuk melepas dengan iklas, sabar, dan sepenuhnya tawakal kepada Allah SWT.

“Wafatnya ibu nahar itu semua merupakan ketetapan dan takdir Allah SWT, yang kita semua tidak bisa mengikhtiarkan kembali,” kata Haedar.

Dalam upacara pelepasan jenazah itu Haedar juga menjelaskan, kematian memang bisa dijelaskan secara medik, akan tetapi ajal manusia tidak ada yang tahu sebab itu sepenuhnya rahasia Allah SWT, melalui sakit atau tidak itu hanya wasilah.

“Allah SWT memiliki kuasa untuk itu semua. Ketika ajal tiba kita semua tidak bisa mengakhirkan atau mengawalkan,” imbuhnya.

Semua manusia hanya menunggu antiran ajal yang semuanya sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu Haedar berpesan tiga hal yang perlu disiapkan oleh setiap muslim sebagai bekal mengahdapi kematian yaitu amal jariyah, anak salih, serta ilmu yang bermanfaat.

Di akhir kata sambutannya, Haedar bersaksi bahwa Bu Ahang adalah sosok kader yang penuh dedikasi, baik kepada persyarikatan Muhammadiyah, maupun kepada keluarga, dan anak-anak didiknya.

“Mbak Nahar adalah sosok yang selalu berbuat baik, membimbing anaknya, dan selaku kader Nasyiatul Aisyiyah,” tutup Haedar melepas jenazah diantarkan ke Makam Khusnul Khotimah, di Kulonprogo.

redaksi@tabligh.id

Review overview
NO COMMENTS

POST A COMMENT