Home / INSPIRASI  / Hikmah Qurban

Hikmah Qurban

Naskah khutbah ini ditulis oleh Dr. Fahmi Salim, Lc., anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. dalam bukunya "Khutbah-Khutbah Penyucian Jiwa Bangsa".

Alhamdulillah, puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kita dapat kembali berkumpul di hari raya penuh makna ini, Idul Adha.

Momen istimewa ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang merenungkan hikmah mendalam di balik ibadah kurban. Ibadah yang sarat makna, meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS, dan menjadi wujud nyata ketakwaan dan kepedulian kita kepada sesama.

Sejarah Singkat Ibadah Kurban

Ibadah kurban berakar dari kisah luar biasa Nabi Ibrahim AS. Ketika diperintahkan Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail AS, Nabi Ibrahim menunjukkan ketaatannya yang luar biasa. Tanpa keraguan, beliau siap melaksanakan perintah tersebut, hingga akhirnya Allah SWT menggantikan Ismail dengan seekor domba.

Kisah ini menjadi simbol ketaatan, ketundukan, dan pengorbanan yang patut ditiru oleh umat Islam. Ibadah kurban menjadi pengingat bagi kita untuk selalu taat kepada perintah Allah SWT, ikhlas dalam beribadah, dan senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan.

Menyelami Samudra Hikmah Qurban

Lebih dari sekadar penyembelihan hewan, ibadah kurban menyimpan segudang hikmah yang kaya makna. Berikut beberapa poin penting yang patut kita renungkan:

1. Tanda Ketaatan dan Ketundukan kepada Allah SWT:

Qurban menjadi bukti nyata ketaatan dan kepatuhan seorang hamba kepada perintah Allah SWT. Melalui kurban, kita menunjukkan rasa syukur atas nikmat iman dan Islam, serta kerelaan untuk menaati perintah-Nya.

2. Meneladani Semangat Pengorbanan Nabi Ibrahim:

Kisah Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan putranya menjadi teladan dalam berkurban. Kita diajarkan untuk ikhlas mengorbankan ego dan kepentingan pribadi demi meraih ridha Allah SWT.

3. Menumbuhkan Rasa Peduli dan Kepedulian Sosial:

Daging kurban didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan, menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Hal ini merepresentasikan semangat berbagi dan menebar kebahagiaan di tengah masyarakat.

4. Menyucikan Diri dan Harta:

Qurban menjadi sarana untuk menyucikan diri dan harta dari sifat tamak dan egois. Dengan berkurban, kita diajarkan untuk mensyukuri nikmat Allah SWT dan berbagi dengan sesama.

5. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT:

Ibadah kurban merupakan wujud nyata dari usaha kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui kurban, kita berharap mendapatkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT.

Penutup

Mari jadikan momen Idul Adha ini sebagai refleksi diri untuk meningkatkan ketakwaan dan menebar kebaikan bagi sesama. Teladani ketaatan Nabi Ibrahim AS dalam berkurban, tanamkan rasa peduli dan kepedulian sosial, sucikan diri dan harta dari sifat tamak, dan jadikan kurban sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kurban kita, dan menjadikan kita hamba-Nya yang taat, bertakwa, dan selalu dilimpahi rahmat serta karunia-Nya.

Review overview
NO COMMENTS

POST A COMMENT